KESETIMBANGAN KIMIA
Di alam sekitar kita banyak terjadi
reaksi-reaksi kimia, seperti fotosintesis. Fotosintesis adalah proses
kimia yang mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen, di
mana reaksi ini berkataliskan klorofil dan menggunakan sinar matahari sebagai
energi untuk reaksi. Reaksi pembakaran bahan bakar bensin menghasilkan energi
untuk menjalankan kendaraan. Reaksi perkaratan logam (misal besi) terjadi karena reaksi antara logam dengan oksigen di udara. Dari reaksi-reaksi tersebut, apakah zat hasil reaksi dapat kembali lagi menjadi zat semula? Apakah glukosa dapat kembali menjadi klorofil? Apakah energi yang dihasilkan untuk menggerakkan kendaraan dapat kembali lagi menjadi bensin? Reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kimia satu arah (ireversibel), yaitu reaksi kimia di mana zat-zat hasil reaksi tidak dapat kembali lagi menjadi zat-zat semula.
Dalam
sistem terbuka (di alam sekitar kita) terjadi kesetimbangan kimia (reaksi
bolak-balik/dua arah/reversibel), yaitu proses siklus oksigen, siklus air, dan
siklus nitrogen. Dengan adanya kesetimbangan kimia (reaksi reversibel/dua
arah), maka makhluk hidup tidak kehabisan oksigen untuk bernapas dan tidak
kehabisan air untuk keperluan sehari-hari.
Dalam dunia industri,
ada bahan-bahan yang dihasilkan melalui reaksi-reaksi kesetimbangan, misalnya
industri pembuatan amonia dan pembuatan asam sulfat. Masalah yang dihadapi
adalah bagaimana memperoleh hasil yang berkualitas tinggi dalam jumlah banyak
dengan menggunakan proses efisien dan efektif. Untuk memecahkan masalah
tersebut, pengetahuan tentang kesetimbangan kimia sangat diperlukan.
Tidak ada komentar